Selasa, 17 April 2012

Untuk sang Pahlawan-pahlawan

Tanpa Nama
Karya : Teguh Riyadi

Supaya dan selayaknya
kata terima kasih disantunkan
Dari lidah-lidah merdeka pada rangka badan yang mewujudkan mimpi
tapi tak mengecap

Didepan barisan malam mereka galau
hingga terang melawan api mereka lewati
Tapi tak bersuara
tak menari

Takut adalah sahabat
Sakit adalah hiasan
Dan mati pun hanyalah sebuah simbol

Mereka tidak,,
Tidak lari dengan nama di badannya
Mereka menorehkan pesan tanpa gaji tapi berjalan
Sekali pun mereka benar-benar paham ini hanyalah cerita

Demi darah teman
Demi jasad yang tak berkalung nama
Demi  keturunan yang tentram
Demi tanah dan air kebebasan

Jalur-jalur bengis mereka tantang dengan keterbatasan
Bambu dengan senapan canggih,belati tajam dengan ranting tumpul,dan tubuh juga darah
Dengan api didada yang panas menuntut kaki-kaki lemah
Dengan teriak lantangkan semangat
"Merdeka Atau Mati".

Jangan Dibaca !! :D

KESADARAN INSAN
karya : Teguh Riyadi

 

Dengan segenap kesadaran
Padahal aku sehat
Padahal aku selamat
Padahal aku tentram
Padahal kau jaga ketat mereka saat aku lalai
padahal pun aku kenyang,aku punya mimpi yang tercukupi

Atas nama badan yang tersanjung kesabaranmu
Atas nama jiwa dalam yang terkagum kasihmu
Atas segala sela waktu yang selalu ku sia
Atas kemunafikan,kemusrikan dan ke-ingkaranku semua masih karena dalam perlindunganmu

Jika hamba berdiri hanya karena layak kemegahanmu maka tutuplah rapat-rapat
Jika hamba berdiri karena gemetar neraka,maka tekuk lututkan yang dalam-dalam
Dan jika hamba berdiri karena syukur,karena kemungkaran yang tiada habis mengulanginya menghinamu
kemudian jalanan ratapi tangis
Mohon terimalah Wahai Tuhan Wahai Teman,
Wahai Tuhan engkau kasih
Wahai Tuhan engkau segalanya baik

Sudah hampir sekian kalinya aku bergaris hitam
Mengelak langkah-langkah seribumu,dan mundur sepijak demi kesemuan
Aku yang selalu salam paham dengan dewata duniawi yang kejam,membujukku dan membuang
Atas kedamain ladang hati yang kucari,engkaulah penanam

Mohon wahai Tuhan,hamba ikhlas hukuman
Mohon wahai Tuhan,hamba tak gentar api
Mohon,Mohon Tuhan jangan lelahkan hamba untuk kembali.

 

Nyoba posting puisi karya sendiri cuy,.!! gaya banget,hahh :D

PENJABARAN MERDEKA
Karya : Teguh Riyadi

Saya saksikan,.
Keadilan yang hakiki dan kebobrokan Bangsa Kini Bersanding Se-Derajat
kayalan untuk merasakan secuil hawa surgawi semakin pupus.
Terpampang Sudah Polisi Mabuk Dan Tentar Arogan Berhati Belati.

Negeriku yang kaya,yang sejahtera dan kesetaraan sosial yang adil dan ber-Adab,
adalah masih bualan segar
syair-syair panglima di kala kelabu itu.
Badan-badan pertiwi yang gagah nan serempak,mundur ditindas laju zaman yang simpang-siur,
kemudian dibukukan sebagai dongeng pengantar tidur,anak-anak garudaku.

Legenda se-orang pengelana muda yang tidur melengkung dijalannya,kini nyata menjadi maskot di kotaku yang masyur.
Kriminalitas,selembaran kertas Bersimbol angka adalah hobby yang terpatri rapat oleh budaya,,,--Dan lihat dibaliknya.
Kasian "Para ibu, yang mengurai tangis tetap dengan kasihnya,karena beban anak-anak kelaparan tanpa pendidikan.
Lihat.  "Para Bapak, yang berlari,bergelut dengan kemunafikan matahari terik siang ini  dan terus saja berteriak darah di cakrawala senja tak ber-Upah.Di tanah negeriku yang Tandus.

Kemudian lihat di seberang jalan,tepat dibawah lampu nyala merah,,
Mereka yang mengayunkan tuntutan perut
Mereka yang sebenar-benarnya lugu
Mereka Kehilangan Ideologi Agamanya
Mereka Tuli akan Ideoligi  Kepresidenan,Yang bagai Pelajaran Elite
Mereka Buta Tentang Arah Tujuan Mimpi,,
Dan Mereka Adalah Lupa,,Lupa akan Ideologi HIDUP dan MATINYA
Bagai Tawa dan Tangis Tak Ada Beda.